menjalani setiap langkah yang baru kupelajari,

menapaki satu persatu undakan yang begitu asing,

tergelincir kemudian terjatuh,

mencoba berdiri walaupun tertatih,

lututku perih, tanganku sakit, hatiku pedih

menangisi hal-hal yang begitu tidak penting,

memalukan! Baca lebih lanjut

melewati batas penghalang,

menerkam bayangan,

memaki dan memarahinya,

aku benci padamu!

 

menyimpan sakit dan air mata,

menumpahkannya dalam pelukan pilu dan luka,

menjahit sesak yang merobek asa,

sakit! Baca lebih lanjut

hujan, aku merindukanmu

menunggu angin membisikkan sebuah kata yang ingin kudengar,

membawa pesan dari ia yang kucinta,

bahkan ilalang ikut menari dan berdendang bersamaku,

tapi ia tak kunjung datang.

 

aku merindukannya,

aku merindukan nyanyian merdunya,

nyanyiannya yang akan membuatmu tidur di pelukan rumput yang melambai,

tapi ia hanya membuatku terus menunggu dan menunggu.

 

setiap hari menyapa angin apakah ia membawa kabar dari bayanganku,

menengadah menyapa langit apakah ia tahu dimana keberadaanmu,

tapi mereka terus berlalu,

dan aku terpaku.

 

hujan, aku merindukanmu

kala bumi menangis

Ketika kekeringan dimana-mana

Ketika dedaunan mulai mengering dan berguguran

Dan tumbuhan kian hari kian merana

Tanah tandus dimana-mana

Kekeringan mulai terasa berkepanjangan

Hutan hanya tinggal menunggu datangnya kematian

 

Tak ada lagi yang tersisa

Hanyalah tanah kosong yang gersang

Tiada kehidupan di sana

Inikah balasan dari kita untuk ia?

Ia bersedia menjadi tempat kita berpijak, tempat dimana kita hidup dan tinggal

Ia menyediakan segala kebutuhan yang kita butuhkan

Ia bagaikan titisan Sang Maha

 

Tetapi tak ada yang peduli akan hal itu

Ia semakin tua dan rapuh, tak ada yang menyadarinya

Manusia hanya menambah penderitaannya

Melakukan hal-hal yang merusak dirinya

 

Andai saja semua orang tahu betapa rentanya ia

Andaikan saja semua orang tahu apa yang telah mereka perbuat

Ia tak akan menangis

Bumi kita ini tak akan menangis….

 

 

np: puisi ini dibuat riska buat tugas bahasa Indonesianya ehehehe tahun 2009 kalau gak salah. berarti udah 3 tahun yang lalu yaa?gak sengaja nemu sebenernya. ya udah deh sekalian riska jadiin posting ihikihikihik

Sang Muda

seekor kepompong sedang menunggu untuk dilahirkan kembali,

ia sendiri,

diselubungi tangan tangan tak kasatmata,

berusaha mencari arah,

ia buta,

saat satu per satu tangan tangan itu melepaskannya,

ia tahu, sebentar lagi akan tiba saatnya

kini ia merangkak melalui kegelapan,

menuju cahaya yang menuntunnya ke dunia tanpa arah,

Baca lebih lanjut