kala bumi menangis

Ketika kekeringan dimana-mana

Ketika dedaunan mulai mengering dan berguguran

Dan tumbuhan kian hari kian merana

Tanah tandus dimana-mana

Kekeringan mulai terasa berkepanjangan

Hutan hanya tinggal menunggu datangnya kematian

 

Tak ada lagi yang tersisa

Hanyalah tanah kosong yang gersang

Tiada kehidupan di sana

Inikah balasan dari kita untuk ia?

Ia bersedia menjadi tempat kita berpijak, tempat dimana kita hidup dan tinggal

Ia menyediakan segala kebutuhan yang kita butuhkan

Ia bagaikan titisan Sang Maha

 

Tetapi tak ada yang peduli akan hal itu

Ia semakin tua dan rapuh, tak ada yang menyadarinya

Manusia hanya menambah penderitaannya

Melakukan hal-hal yang merusak dirinya

 

Andai saja semua orang tahu betapa rentanya ia

Andaikan saja semua orang tahu apa yang telah mereka perbuat

Ia tak akan menangis

Bumi kita ini tak akan menangis….

 

 

np: puisi ini dibuat riska buat tugas bahasa Indonesianya ehehehe tahun 2009 kalau gak salah. berarti udah 3 tahun yang lalu yaa?gak sengaja nemu sebenernya. ya udah deh sekalian riska jadiin posting ihikihikihik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s