detik itu, detak itu

Aku membencinya,

Jam itu,

Aku benci setiap kali ia berdetak,

Aku benci ia bergerak

“Cabut saja baterainya, biar ia tidak lagi berdetak”

Ha!tapi apa itu bisa membuatku senang?

Apa itu bisa membuatku melupakan waktu itu?

Detak itu selalu mencemoohku!

Setiap detik itu menertawakanku!

aku tahu,

aku tahu aku mencampakan banyak waktu,

aku tahu bahkan aku belum memulai apapun

mereka  yang sudah memulai itu  meninggalkanku,

tidak,

bukan,

akulah yang tertinggal

mencoba keluar dari pasir hisap ini,

berteriak putus asa,

menangisi kebodohan diri,

diam!

Diamlah!

Keluar dari pasir hisap ini tidaklah mudah!

Mencoba, mencoba, dan terus mencoba

Hanya itu yang bisa kulakukan untuk saat ini saja

Tapi aku bersumpah,

Aku tidak akan membiarkan mereka menyeringai kepadaku lagi,

Kalaupun sekarang diri ini terjatuh,

Aku akan bangkit lagi,

Kalaupun jiwa ini tersesat dalam diri,

Kan ku temukan jalanku sendiri,

Kan ku tunjukkan pada mereka semua,

Aku bisa bangkit lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s