Botol Kosong

dulu, botol itu penuh,

tapi kini, ia tidak lebih dari sebuah botol kosong.

harapan, mimpi, cita-cita,

gagal,

marah pada cermin,

marah pada bayangan diri,

berteriak putus asa,

tak ada yang berubah.

mereka sudah mulai mendaki undakan,

menuju jalan yang menghubungkan harapan, mimpi, dan cita-cita.

diri tahu bahwa tidak semua akan berjalan lurus,

tapi sendiri, di bawah bayang-bayang diri.

menangis pilu,

mencoba mencari arah

mencoba menggapai cahaya.

tapi kini, diri hanyalah botol kosong.

apa?

kau selalu bilang untuk berusahalah

kau tak tahu apa

kau tak tahu apa yang hatiku bicara.

dalam diri, hati berharap botol itu akan terisi lagi,

dalam diri, berharap botol itu akan penuh lagi,

dalam diri, berharap hati ini akan mengharap lagi,

dalam diri, berharap hati ini akan tegar lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s