“Apa yang Harus Aku Lakukan?”

Tulisan ini diperuntukkan kepada dia yang tahu, apa dan untuk siapa tulisan ini 🙂

Hari ini tanggal 14 Februari 2012, hari dimana mungkin ada orang yang merayakan yang namanya Hari Kasih Sayang, sedangkan Riska?Apa yang terjadi padanya hari ini?Mari saya ceritakan

Riska yang saat itu sedang berleha-leha, tiba-tiba mendapat sebuah sms yang berbunyi

 “Ris, kmu sibuk gak?”

dan Riska menjawab

“gak, kenapa?”

“besok temenin aku ke Beringharjo yuk? aku pengen beli mukena untuk adek-adek ku” –> see?she is a lovely sister #bah

“oke, besok jam 08.30 ya?”

“oke, thx ya”

Dan keesokan harinya mereka berangkat ke sana dengan menggunakan transportasi ‘Trans’. Sesampainya di sana, dari toko ke toko kedua sahabat ini mencari mukena yang pas untuk adik-adik sang sahabat. Keluar dari toko yang satu ke toko yang lain. Menyapa dan berakhir dengan “maaf mbak, kita mau liat-liat dulu, ya”. Hingga saat itu tiba . . . .

 “ris, kok aku pusing ya?”

“hah?pusing? ya sudah duduk aja dulu”

dan sahabatnya pun duduk, meringkuk dan menundukkan kepalanya, menandakan bahwa kesakitannya bukan hal yang biasa.

“pusing banget ya?”

“iya”

seorang mbak-mbak menawarkan minyak anginnya untuk diberikan kepada sang sahabat. Disaat ia sudah merasa ‘sedikit’ baikan, mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka, tapi ternyata sedikit itu gak berarti, karena tiba-tiba

“ris, aku pengen muntah”

“hah?”

“aku pengen muntah!”

“kantong plastik”

dan mbak yang jaga di toko itu memberikan sebuah kantong plastik yang kemudian digunakan sang sahabat untuk . . .(kalian tahulah)

yang diingat Riska saat itu adalah ekspresi mbak yang jaga toko. Ekspresi yang gak bisa diartiin secara pasti. Ekspresi campuran antara kasihan dan . . . jijik.

setelah sahabatnya selesai ber hoek-hoek ria, Riska memutuskan untuk beristirahat sejenak dan mencari nasi untuk dimakan si sahabat. Sesampainya di Food Court, sementara Riska memesan teh manis hangat dan soto untuk sahabatnya, sang sahabat pergi ke toilet untuk melanjutkan berhoek ria (mungkin).

Satu menit berlalu . . .

Lima menit berlalu . . .

Menit ke tujuh Riska memutuskan untuk menyusul sahabatnya yang berada di toilet, pikiran pertama yang muncul di benaknya saat itu adalah “Pingsan”.

Memanggil-manggil nama temannya. Dan pada panggilan yang ketiga, sang sahabat menjawab “apa?”

“dia gak pingsan”. Setelah memastikan temannya gak ‘pingsan’, Riska kembali ke meja mereka, menunggu kedatangan makanan yang ia pesan. Sang sahabat pun kembali, wajahnya dan bibirnya yang pucat menandakan ia benar-benar terlalu sakit untuk melanjutkan perjalanan.

“masih pusing?”

“masih. aku cuma butuh tidur sebentar”

“makan nasinya dulu”

“ntar deh”

dan sang sahabat merebahkan kepalanya di atas meja. mencoba untuk tidur barang sejenak untuk meredakan pusing yang ia rasakan.

apa yang harus aku lakukan?

pikiran itu terus muncul di benak Riska. waktu pun berlalu, merasa sang sahabat membutuhkan sedikit waktu, akhirnya Riska pun memutuskan. Kalian tahu apa yang dia lakukan sembari menunggu sahabatnya yang ‘mencoba’ untuk tidur?

ia bermain Sudoku

dan setelah sahabatnya merasa cukup kuat untuk melanjutkan pencarian mereka, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.

The End

ps: aku tahu, kau akan tersenyum saat membaca tulisan ini, wahai kau yang tahu apa yang terjadi hari ini 😀

Iklan

8 thoughts on ““Apa yang Harus Aku Lakukan?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s